PALU, PE – Seluruh Madrasah negeri yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN), akan diubah namanya mulai tahun 2017.
Perubahan sejumlah 19 MIN, 28 MTsN dan 9 MAN se-Sulteng, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (Menag) RI nomor 680 tahun 2016, yang ditandatangani langsung oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.
Data dari Bidang Pendidikan Madrasah (Pendma) Kanwil Kemenag Sulteng, Pada perubahan tersebut, Madrasah yang sebelumnya menggunakan nama daerah/Kecamatan di sekitar lokasi Madrasah tersebut, akan diganti menjadi nama Kabupaten/Kota.
Jika di sebuah Kabupaten/Kota terdapat lebih dari satu Madrasah setingkat, maka akan diberikan pengurutan angka.
Di Kota Palu, nama-nama Madrasah yang berubah adalah, untuk tingkat MIN, MIN Model Palu berubah menjadi MIN 1 Kota Palu, dan MIN Pantoloan berubah menjadi MIN 2 Kota Palu.
Selanjutnya di tingkat MTsN, MTsN Model Palu Timur berubah nama menjadi MTsN 1 Kota Palu, MTsN Palu Barat menjadi MTsN 2 Kota Palu, MTsN Palu Selatan menjadi MTsN 3 Kota Palu dan MTsN Taipa Palu Utara berubah menjadi MTsN 4 Kota Palu.
Di tingkat MAN tidak terdapat perubahan berarti, MAN 1 Palu akan menjadi MAN 1 Kota Palu, serta MAN 2 Model Palu berubah nama menjadi MAN 2 Kota Palu.
Di daerah lainnya, di Kabupaten Parigi Moutong Misalnya, MIN Sausu berubah menjadi MIN 1 Parigi, MIN Pinotu menjadi MIN 2 Parigi dan MIN Moutong menjadi MIN 3 Parigi. Lalu, MTsN Parigi di Sausu berubah menjadi MTsN 1 Parigi, MTsN Tomini menjadi MTsN 2 Parigi dan MTsN Moutong menjadi MTsN 3 Parigi. Kemudian, MAN Sausu diubah menjadi MAN 1 Parigi, serta MAN Tomini berubah menjadi MAN 2 Parigi.
Kepala Bidang Pendma Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Nasruddin L. Midu menjelaskan, Madrasah-madrasah Negeri yang ada di Sulteng, tinggal melakukan penyesuaian administrasi, terkait perubahan nomenklatur tersebut.
Namun, dari seluruh nama Madrasah tersebut, ia mengungkapkan, masih ada 11 Madrasah yang masih ditunda perubahan namanya. Penundaan ini, terkait dengan nama Madrasah yang ada di beberapa Kabupaten pemekaran, yang namanya dalam SK Menag tersebut masih menggunakan nama Kabupaten sebelumnya.
“Ini ter-pending, karena penamaannya dalam Surat tersebut, masih menggunakan nama daerah sebelum pemekaran. Juga, masih ada 2 Madrasah yang belum tercatat dalam surat tersebut, yaitu MIN Buol dan MAN Biau yang akan diubah menjadi MAN Buol,” kata Nasruddin, saat ditemui, Senin (13/2).
Terkait hal ini, lanjut Nasruddin, pihak Kanwil Kemenag Sulteng, telah mengirimkan surat usulan perbaikan, kepada Kementerian Agama RI, untuk diterbitkan revisi.
“Usulan revisinya sudah dikirim, dan untuk 2 Madrasah yang belum masuk, masih kita ajukan lagi,” imbuhnya.
Terkait perubahan nama tersebut, Kepala MTsN Palu Selatan, Drs. Ahyar menyebutkan, pihaknya masih menunggu Surat Edaran resmi, dari Kanwil Kemenag Sulteng, maupun dari Kantor Kemenag Kota Palu, sebagai pegangan resmi bagi Madrasahnya, untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah terkait perubahan nama tersebut.
“Kami masih menunggu surat edarannya, setelah itu saya rasa tidak akan banyak kesulitan terkait perubahan nama ini, mungkin yang paling berpengaruh adalah perubahan administrasi,” ujar Ahyar.
(mg01/Palu Ekspres)
Mar 24 2021
Monitoring Ujian Madrasah oleh Kepala dan Wakil Kepala MTsN 1 Parigi di 17 KKM
Kepala MTsN 1 Parigi Sunarti Muhammad, S.Pd ,MM. Selaku ketua induk KKM bersama KTU Drs. Syafaruddin S, melakukan monitoring Ujian Madrasah (UM) Tahun pelajaran 2020/2021 di tujuh madrasah, yakni MTs Alkhairaat Siniu,MTs Alkhairaat Towera,MTs Alkhairaat Sidole,MTs Alkhairaat Ampibabo,MTs Alkhairaat Pinotu,MTs Alkhairaat Donggulu, dan MTs Alkhairaat Kasimbar. Selasa ( 23/03/21). Demi terlaksananya program Monitoring tersebut, dalam hal ini para wakamad turut serta membantu dengan membagi wilayah madrasah yang akan dimonitoring. Adapun Wakamad yang turut serta Subari, S.Pd bersama Drs.Rahbi melakukan monitoring di 7 Madrasah yaitu MTs Alkhairaat Tindaki, MTs Nurul Amanah Dolago, MTs DDI Boyantongo,MTs DDI Parigi,MTs Alkhairaat Parigi,MTs Alkhairaat Pelawa,dan MTs Alkhairaat Pangi, sementara Mustofa S.Ag melakukan monitoring di 3 madrasah yaitu MTs As’adiyah Tolai,MTs Alkhairaat Malakosa dan MTs Darussholihin NW Auma.
Monitoring ini bertujuan untuk memantau secara langsung pelaksanaan UM yang diselenggarakan oleh 17 anggota kkm di hari kedua. Saat ditemui usai melakukan monitoring, Sunarti mengatakan Alhamdulillah dihari ke dua ini pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) di 18 anggota kkm ini berjalan dengan lancar,tertib,dan teratur, sehingga peserta ujian bisa konsentrasi dan fokus dalam mengerjakan soal ujian yang diberikan.pungkasnya (Humas MTsN 1)
By admin • News 0